Langsung ke konten

Games Online

Membangun Rutin Istirahat Aktif untuk Mencegah Kepala Pusing saat Bermain Game Online

Panduan istirahat aktif dengan stretching, gerakan ringan, dan teknik 20-20-20 agar tubuh tetap nyaman dan fokus saat bermain game online.

Ilustrasi pemain game online melakukan peregangan dan mengalihkan pandangan dari monitor saat istirahat aktif untuk menjaga kenyamanan tubuh dan mata.
Ilustrasi pemain game online melakukan peregangan dan mengalihkan pandangan dari monitor saat istirahat aktif untuk menjaga kenyamanan tubuh dan mata.

Bermain game online dapat menjadi aktivitas hiburan yang menyenangkan, terutama ketika dilakukan bersama teman atau menjadi bagian dari rutinitas setelah menyelesaikan pekerjaan. Namun, sesi permainan yang berlangsung lama sering membuat pemain tidak menyadari bahwa tubuh berada dalam posisi yang hampir sama selama berjam-jam. Mata terus berhadapan dengan layar, tangan aktif menggunakan mouse atau kontroler, sementara leher, bahu, pinggang, dan kaki relatif sedikit bergerak.

Kebiasaan tersebut tidak otomatis berarti bermain game berbahaya. Masalahnya lebih sering berkaitan dengan durasi, posisi tubuh, lingkungan bermain, serta kurangnya jeda. Karena itu, membangun rutin istirahat aktif dapat menjadi cara sederhana untuk membuat sesi bermain terasa lebih nyaman.

Menurut WHO Physical Activity Fact Sheet, aktivitas fisik mencakup berbagai gerakan tubuh yang membutuhkan energi. WHO juga menekankan pentingnya membatasi perilaku sedentari dan meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan tersebut, pemain tidak harus melakukan olahraga berat di tengah pertandingan. Berdiri, berjalan sebentar, menggerakkan bahu, atau melakukan peregangan ringan dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk memecah periode duduk yang terlalu panjang.

Mengapa Istirahat Aktif Penting saat Bermain Game Online?

Ketika sedang berada dalam pertandingan kompetitif, menyelesaikan misi, atau bermain bersama teman, perhatian biasanya terkunci pada layar. Tanpa terasa, satu sesi permainan dapat berlangsung jauh lebih lama daripada yang direncanakan.

Posisi statis dalam waktu lama dapat membuat tubuh terasa kaku. Leher dan bahu mungkin mulai tidak nyaman, sementara konsentrasi juga dapat menurun. Pada saat yang sama, penggunaan layar dalam durasi panjang dapat berkaitan dengan keluhan seperti mata lelah, pandangan kurang nyaman, atau sakit kepala pada sebagian pengguna.

American Optometric Association membahas berbagai keluhan yang berhubungan dengan penggunaan komputer dan perangkat digital melalui panduan Computer Vision Syndrome.

Karena itu, istirahat aktif bukan berarti menghentikan hobi bermain game. Tujuannya adalah memberikan tubuh kesempatan untuk mengubah posisi sekaligus memberikan mata waktu untuk tidak terus-menerus berfokus pada layar dalam jarak dekat.

Jeda singkat yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian sederhana dari kebiasaan bermain yang lebih nyaman dibanding menunggu tubuh terasa sangat lelah sebelum berhenti.

Pemain juga dapat membaca panduan menjaga kebiasaan bermain game yang seimbang untuk membangun pola bermain yang lebih teratur.

Terapkan Teknik 20-20-20 untuk Memberikan Jeda pada Mata

Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan ketika menggunakan perangkat digital adalah teknik 20-20-20. Pendekatan ini pada dasarnya mengajak pengguna untuk mengalihkan pandangan secara berkala dari layar menuju objek yang lebih jauh.

Prinsipnya sederhana: setelah sekitar 20 menit menggunakan layar, lihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau kurang lebih 6 meter selama sekitar 20 detik.

Teknik tersebut dapat dimasukkan ke dalam aktivitas bermain tanpa mengganggu permainan secara signifikan. Misalnya, gunakan waktu ketika menunggu matchmaking, pergantian ronde, loading screen, atau setelah menyelesaikan satu pertandingan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dicoba antara lain:

  • Mengalihkan pandangan dari monitor ketika pertandingan selesai.
  • Melihat objek yang berada jauh dari meja bermain.
  • Mengedipkan mata secara normal dan tidak terus menatap satu titik.
  • Menghindari bermain dalam ruangan yang terlalu gelap apabila layar sangat terang.
  • Menyesuaikan tingkat kecerahan monitor agar tetap nyaman.
  • Membersihkan layar agar teks dan elemen visual terlihat jelas.
  • Memastikan jarak layar tidak terlalu dekat dengan wajah.

Informasi mengenai penggunaan layar dan ketegangan mata dapat dibaca melalui panduan Computer Vision Syndrome dari American Optometric Association.

Gunakan Momen Alami dalam Game sebagai Pengingat

Kesalahan umum ketika mencoba membangun rutinitas istirahat adalah membuat jadwal yang terlalu kaku. Alarm setiap beberapa menit justru dapat terasa mengganggu, terutama ketika pemain sedang berada dalam pertandingan kompetitif yang tidak dapat dihentikan.

Alternatifnya adalah menggunakan momen alami permainan sebagai pemicu istirahat.

Contohnya:

  1. Setelah satu atau dua pertandingan, berdiri dari kursi.
  2. Saat matchmaking, alihkan pandangan dari monitor.
  3. Setelah menyelesaikan satu misi panjang, berjalan sebentar.
  4. Saat mengambil minuman, gunakan kesempatan tersebut untuk menggerakkan kaki.
  5. Setelah sekitar satu jam bermain, lakukan jeda yang sedikit lebih panjang.

Dengan cara ini, rutinitas istirahat tidak terasa seperti aturan yang memotong kesenangan bermain. Sebaliknya, istirahat menjadi bagian alami dari pola permainan.

Lakukan Stretching Ringan untuk Leher, Bahu, dan Tangan

Gerakan saat bermain game biasanya terkonsentrasi pada jari, tangan, dan lengan bawah. Sementara itu, bagian tubuh lainnya relatif diam. Karena itu, setelah beberapa pertandingan, pemain dapat memanfaatkan jeda untuk melakukan gerakan ringan.

Tidak perlu melakukan peregangan ekstrem. Gerakan sederhana dan nyaman sudah cukup untuk mengubah posisi tubuh.

Contoh rutinitas singkat:

  • Berdiri dan luruskan tubuh secara perlahan.
  • Gerakkan bahu ke belakang dan ke depan dengan nyaman.
  • Buka dan tutup telapak tangan beberapa kali.
  • Gerakkan pergelangan tangan secara perlahan.
  • Berdiri lalu berjalan mengelilingi ruangan.
  • Ubah posisi kaki setelah duduk dalam waktu lama.
  • Lepaskan tangan dari mouse, keyboard, atau kontroler selama beberapa saat.

Gerakan sebaiknya dilakukan secara perlahan dan dalam rentang yang nyaman. Hindari memaksakan peregangan hingga menimbulkan rasa sakit.

WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berarti olahraga formal. Berjalan, bersepeda, aktivitas rekreasi, pekerjaan rumah, dan berbagai bentuk gerakan tubuh lainnya juga termasuk aktivitas fisik.

Informasi lebih lengkap dapat ditemukan dalam panduan aktivitas fisik WHO.

Bangun Pola Istirahat Aktif yang Mudah Dipertahankan

Rutinitas yang baik bukan rutinitas yang paling rumit, melainkan rutinitas yang realistis untuk dilakukan secara konsisten.

Pemain dapat menggunakan pola sederhana berdasarkan durasi sesi bermain. Selama permainan berlangsung, gunakan jeda kecil untuk mengalihkan pandangan. Setelah beberapa ronde, lakukan gerakan ringan. Kemudian ambil jeda lebih panjang setelah sesi bermain berlangsung cukup lama.

Contoh pola praktis:

  • Setiap sekitar 20 menit: alihkan pandangan dari layar selama sekitar 20 detik.
  • Setiap pergantian pertandingan: ubah posisi duduk dan rilekskan tangan.
  • Setelah beberapa pertandingan: berdiri dan bergerak ringan.
  • Setelah sesi panjang: tinggalkan meja beberapa menit dan lakukan aktivitas lain.
  • Sebelum kembali bermain: evaluasi apakah tubuh dan mata masih terasa nyaman.

Pola tersebut tidak harus diperlakukan sebagai aturan medis yang mutlak. Durasi dapat disesuaikan dengan jenis permainan, kondisi tubuh, pekerjaan sehari-hari, usia, serta kebutuhan masing-masing pemain.

Jika permainan tidak memungkinkan untuk berhenti setiap 20 menit, teknik 20-20-20 tetap dapat dilakukan tanpa meninggalkan pertandingan. Pemain cukup mengalihkan pandangan ketika terdapat kesempatan aman, misalnya saat loading atau menunggu ronde berikutnya.

Perhatikan Lingkungan dan Posisi Bermain

Istirahat aktif akan lebih efektif jika didukung lingkungan bermain yang nyaman. Monitor yang terlalu tinggi atau rendah, kursi yang tidak mendukung posisi tubuh, serta pencahayaan ruangan yang kurang sesuai dapat membuat pengalaman bermain terasa kurang nyaman.

Mulailah dengan memastikan layar dapat dilihat tanpa harus terus-menerus membungkukkan kepala. Posisi keyboard, mouse, atau kontroler juga sebaiknya memungkinkan tangan bekerja tanpa gerakan yang terasa dipaksakan.

Selain itu, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Hindari menatap layar sangat terang dalam ruangan yang benar-benar gelap.
  • Kurangi pantulan cahaya langsung pada monitor.
  • Berikan ruang yang cukup agar kaki dapat bergerak.
  • Jangan mempertahankan satu posisi duduk terlalu lama.
  • Letakkan air minum di tempat yang mudah dijangkau.
  • Sesekali berdiri ketika sedang tidak berada dalam pertandingan.
  • Hindari mengabaikan rasa tidak nyaman hanya demi menyelesaikan satu sesi tambahan.

Tujuan ergonomi sederhana bukan menciptakan satu posisi sempurna yang harus dipertahankan sepanjang waktu. Perubahan posisi secara berkala juga dapat menjadi bagian dari rutinitas bermain.

Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Keamanan Akun

Jeda bermain juga dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan digital sederhana. Ketika berhenti beberapa menit, pemain dapat mengecek pembaruan perangkat, keamanan akun, atau notifikasi login tanpa harus melakukannya ketika pertandingan sedang berlangsung.

CISA melalui program Secure Our World mendorong sejumlah kebiasaan dasar keamanan digital, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi multifaktor, mengenali phishing, dan menjaga perangkat lunak tetap diperbarui.

FTC juga menyediakan panduan keamanan online yang membahas berbagai langkah untuk membantu pengguna melindungi akun dan aktivitas digital.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan pemain antara lain:

  • Aktifkan autentikasi dua faktor atau MFA apabila tersedia.
  • Gunakan kata sandi atau passphrase yang kuat dan unik.
  • Jangan membagikan kode autentikasi kepada orang lain.
  • Hindari membuka tautan hadiah yang mencurigakan.
  • Periksa alamat situs sebelum memasukkan informasi akun.
  • Instal pembaruan resmi untuk sistem operasi dan aplikasi.
  • Hindari mengunduh cheat, modifikasi, atau program dari sumber yang tidak jelas.

Dengan demikian, waktu istirahat bukan hanya membantu memecah periode duduk dan penggunaan layar, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk menjaga kebiasaan digital yang lebih teratur.

Jadikan Istirahat sebagai Bagian dari Rutinitas Gaming

Istirahat aktif tidak harus membuat sesi bermain menjadi rumit. Kebiasaan kecil seperti berdiri, berjalan sebentar, menggerakkan bahu, melepaskan tangan dari kontroler, dan mengalihkan pandangan dari monitor dapat dimasukkan secara alami di antara pertandingan.

Kuncinya adalah tidak menunggu sampai tubuh benar-benar terasa tidak nyaman sebelum mengambil jeda. Buat pemicu yang mudah dikenali, seperti berakhirnya pertandingan, pergantian ronde, loading screen, atau waktu mengambil minuman.

Untuk pemain yang sering melakukan sesi panjang, pendekatan sederhana dapat dimulai dengan tiga langkah:

  1. Gunakan teknik 20-20-20 sebagai pengingat untuk mengalihkan pandangan.
  2. Sisipkan gerakan ringan di antara beberapa pertandingan.
  3. Ambil jeda lebih panjang setelah bermain dalam waktu lama.

Rutinitas tersebut dapat disesuaikan karena tidak semua pemain memiliki kondisi fisik, perangkat, jadwal, atau jenis permainan yang sama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya keluhan yang menetap. Sakit kepala berulang, perubahan penglihatan, pusing berat, mual, mati rasa, nyeri yang semakin kuat, atau keluhan lain yang tidak membaik sebaiknya tidak dianggap semata-mata sebagai akibat bermain game. Jika keluhan berulang atau mengganggu aktivitas, pertimbangkan mencari evaluasi dari tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, bermain dengan nyaman bukan hanya soal perangkat yang cepat atau kemampuan memenangkan pertandingan. Mengatur waktu, memberi kesempatan tubuh bergerak, mengistirahatkan mata, dan menjaga keamanan akun merupakan bagian dari pengalaman bermain game online yang lebih seimbang.Etika Bermain dalam Tim agar Pengalaman Tetap Menyenangkan

Sumber dan referensi

  1. WHO Physical Activity Fact Sheet
  2. American Optometric Association – Computer Vision Syndrome
  3. CISA — Secure Our World
  4. FTC — Online Security

Ditinjau oleh: Manager

Disclosure: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum, bukan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional.

Ingin diberi tahu saat ada artikel baru?

Tinggalkan nomor WhatsApp aktif. Kami kirim sesekali saja, hanya untuk artikel pilihan.

Nomor digunakan untuk menindaklanjuti permintaan ini. Lihat Kebijakan Privasi.