Hiburan Digital
Membuat Ritual Menonton yang Bermakna di Era Digital: Panduan Praktis untuk Pengalaman yang Lebih Bermakna
Di tengah ledakan konten hiburan digital, ritual menonton membantu kita menikmati film dan serial secara lebih sadar, nyaman, dan bermakna.
Di era digital, hiburan tersedia hampir tanpa batas. Film, serial, dokumenter, video pendek, dan berbagai program lainnya dapat diakses kapan saja hanya melalui beberapa sentuhan pada layar.
Kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat. Kita tidak lagi harus menunggu jadwal televisi atau pergi ke tempat tertentu untuk menikmati sebuah cerita. Namun, kemudahan akses juga dapat mengubah cara kita menonton.
Menonton terkadang dilakukan sambil makan, bekerja, membuka media sosial, membalas pesan, atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Akibatnya, aktivitas yang seharusnya menjadi waktu untuk bersantai justru berubah menjadi kebiasaan otomatis.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat ritual menonton.
Ritual tidak harus berarti sesuatu yang rumit. Dalam konteks hiburan digital, ritual dapat berupa serangkaian kebiasaan sederhana yang dilakukan sebelum, selama, dan setelah menonton untuk menciptakan pengalaman yang lebih fokus.
Menurut pembahasan mengenai psikologi positif, ritual dapat membantu memberikan makna dan konteks terhadap aktivitas tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: American Psychological Association | https://www.apa.org/topics/positive-psychology/rituals-meaning
Ritual Tidak Harus Rumit
Ritual menonton tidak membutuhkan ruang khusus, televisi mahal, atau perlengkapan yang berlebihan.
Beberapa kebiasaan sederhana sudah dapat menciptakan suasana berbeda, seperti:
- memilih film sebelum waktu menonton dimulai;
- menyiapkan minuman favorit;
- merapikan tempat duduk;
- meredupkan pencahayaan;
- mematikan notifikasi;
- meletakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau; dan
- memberikan beberapa menit untuk refleksi setelah film selesai.
Tujuannya bukan membuat menonton menjadi kegiatan yang terlalu formal.
Sebaliknya, ritual membantu mengubah aktivitas otomatis menjadi aktivitas yang dilakukan secara sadar.
Menentukan Waktu Menonton
Salah satu langkah paling mudah dalam menciptakan ritual menonton adalah menentukan waktu.
Daripada membuka layanan streaming setiap kali merasa bosan, cobalah menentukan waktu tertentu untuk menonton. Misalnya, malam hari setelah pekerjaan selesai atau akhir pekan ketika memiliki lebih banyak waktu luang.
Dengan cara tersebut, menonton dapat menjadi bagian dari rutinitas yang memang sengaja dipilih.
Hindari Menonton Secara Otomatis
Layanan streaming membuat kita dapat berpindah dari satu tontonan ke tontonan lainnya dengan sangat cepat. Setelah sebuah episode selesai, episode berikutnya biasanya dapat langsung diputar.
Kenyamanan ini dapat membuat seseorang menonton lebih lama daripada yang sebenarnya direncanakan.
Sebelum menekan tombol play, cobalah bertanya:
- Apa yang sebenarnya ingin saya tonton?
- Berapa banyak waktu yang ingin saya gunakan?
- Apakah saya memang ingin menonton atau hanya sedang merasa bosan?
Pertanyaan sederhana tersebut membantu menciptakan keputusan menonton yang lebih sadar.
Untuk memahami bagaimana kebiasaan penonton berkembang di era streaming, pembaca juga dapat melihat berbagai informasi mengenai kebiasaan menonton melalui Netflix About.
Sumber: Netflix About | https://about.netflix.com/news/how-we-watch-understanding-viewer-habits
Menciptakan Ruang Menonton yang Nyaman
Lingkungan memiliki peran penting dalam pengalaman menonton.
Tidak perlu membuat ruang khusus seperti bioskop. Yang lebih penting adalah menciptakan tempat yang nyaman dan mengurangi gangguan yang tidak diperlukan.
Sebelum mulai menonton, rapikan area tempat duduk dan siapkan hal-hal yang dibutuhkan.
Misalnya:
- minuman;
- makanan ringan;
- bantal atau selimut;
- remote control;
- headphone jika diperlukan; dan
- pencahayaan yang nyaman.
Dengan menyiapkan semuanya terlebih dahulu, kemungkinan untuk sering meninggalkan tempat duduk selama film berlangsung dapat berkurang.
Kurangi Gangguan dari Ponsel
Ponsel merupakan salah satu sumber gangguan terbesar ketika menonton.
Notifikasi pesan, media sosial, email, dan aplikasi lainnya dapat menarik perhatian hanya dalam beberapa detik. Bahkan ketika kita hanya berniat melihat satu notifikasi, perhatian dapat berpindah cukup lama.
Cobalah mengaktifkan mode senyap atau Do Not Disturb selama sesi menonton.
Prinsip sederhananya adalah:
Satu sesi menonton, satu fokus utama.
Jika tujuan utama adalah menikmati film, berikan perhatian kepada film tersebut.
Untuk informasi mengenai penggunaan teknologi yang lebih aman dan bertanggung jawab, pembaca dapat melihat Google Safety Center.
Sumber: Google Safety Center | https://safety.google/
Memilih Tontonan dengan Sengaja
Pemilihan konten juga dapat menjadi bagian dari ritual.
Banyaknya pilihan terkadang justru membuat kita menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari sesuatu yang ingin ditonton.
Kita dapat mengurangi masalah tersebut dengan membuat daftar tontonan pribadi.
Daftar tersebut dapat berisi:
- film yang sudah lama ingin ditonton;
- serial yang sedang diikuti;
- dokumenter pilihan;
- film klasik;
- tontonan keluarga; dan
- film ringan untuk bersantai.
Dengan memiliki daftar pribadi, kita tidak selalu harus bergantung pada halaman rekomendasi.
Sesuaikan Tontonan dengan Suasana Hati
Tidak semua tontonan harus memiliki tujuan yang sama.
Ada film yang kita pilih karena ingin tertawa. Ada yang ingin memberikan inspirasi. Ada pula yang dipilih karena ceritanya menarik atau karena ingin mempelajari sesuatu.
Sebelum memilih film, cobalah bertanya:
"Apa yang ingin saya dapatkan dari tontonan ini?"
Jawabannya bisa sangat sederhana.
Mungkin kita ingin:
- bersantai;
- mendapatkan hiburan;
- menikmati cerita;
- menghabiskan waktu bersama keluarga;
- menemukan inspirasi; atau
- mendapatkan perspektif baru.
Ketika alasan memilih tontonan sudah jelas, pengalaman menonton dapat terasa lebih terarah.
Membuat Ritual Sebelum Menekan Tombol Play
Ritual sebelum menonton tidak perlu memakan waktu lama.
Lima sampai sepuluh menit sudah cukup untuk mempersiapkan diri.
Contoh rutinitas sederhana:
- Selesaikan pekerjaan yang benar-benar mendesak.
- Siapkan minuman dan makanan ringan.
- Rapikan area tempat duduk.
- Atur pencahayaan.
- Matikan notifikasi ponsel.
- Pilih tontonan yang sudah ditentukan.
- Duduk dengan nyaman.
- Mulai menonton tanpa membuka aplikasi lain.
Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat menjadi sinyal bagi tubuh dan pikiran bahwa waktu bersantai telah dimulai.
Berikan Jeda Setelah Film Selesai
Ritual menonton tidak harus berakhir ketika kredit mulai berjalan.
Berikan beberapa menit untuk memikirkan apa yang baru saja ditonton.
Anda dapat bertanya:
- Bagian mana yang paling berkesan?
- Karakter mana yang paling menarik?
- Apakah akhir ceritanya memuaskan?
- Apa pesan yang paling mudah diingat?
- Apakah film tersebut mengubah cara pandang terhadap sesuatu?
Tidak perlu menulis ulasan panjang.
Bahkan satu atau dua kalimat sudah cukup.
Contohnya:
"Bagian paling menarik adalah perkembangan karakter utamanya."
Atau:
"Film ini membuat saya memikirkan kembali hubungan antara keluarga dan pilihan pribadi."
Kebiasaan kecil tersebut dapat membuat tontonan terasa lebih personal.
Menjadikan Menonton sebagai Tradisi Bersama
Ritual menonton tidak harus dilakukan sendirian.
Menonton bersama keluarga, pasangan, atau teman dapat menciptakan pengalaman sosial yang lebih kuat.
Salah satu cara sederhana adalah menentukan satu waktu khusus setiap minggu untuk menonton bersama.
Misalnya:
- Jumat malam untuk film keluarga;
- Sabtu malam untuk film pilihan teman;
- Minggu sore untuk dokumenter; atau
- satu malam tertentu untuk mengikuti serial bersama.
Yang membuat kegiatan tersebut bermakna bukan hanya tontonan yang dipilih, tetapi juga orang-orang dan kenangan yang menyertainya.
Diskusikan Film Setelah Selesai
Setelah film selesai, cobalah mengobrol selama beberapa menit.
Pertanyaan sederhana dapat menjadi pembuka:
- Karakter mana yang paling kamu sukai?
- Adegan mana yang paling berkesan?
- Apakah akhir ceritanya sesuai harapan?
- Bagaimana jika kamu berada di posisi karakter utama?
- Apa pesan yang menurutmu paling menarik?
Diskusi seperti ini dapat membuat kegiatan menonton menjadi pengalaman bersama, bukan sekadar aktivitas di depan layar.
Bagi keluarga yang ingin mempertimbangkan kesesuaian tontonan berdasarkan usia dan jenis konten, Common Sense Media menyediakan berbagai informasi dan ulasan mengenai media untuk anak dan keluarga.
Sumber: Common Sense Media | https://www.commonsensemedia.org/
Membatasi Durasi Tanpa Menghilangkan Keseruan
Membuat ritual menonton bukan berarti harus membatasi hiburan secara berlebihan.
Namun, menentukan batas waktu dapat membantu menjaga keseimbangan.
Misalnya:
- satu film untuk satu sesi;
- maksimal dua episode serial;
- berhenti ketika waktu yang ditentukan sudah selesai; atau
- mengambil jeda di antara beberapa episode.
Batas tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Gunakan Aturan yang Realistis
Ritual yang baik adalah ritual yang dapat dilakukan secara konsisten.
Tidak perlu membuat terlalu banyak aturan sekaligus.
Mulailah dengan satu kebiasaan sederhana, misalnya:
- tidak menggunakan ponsel selama menonton;
- memilih tontonan sebelum sesi dimulai;
- menonton tanpa multitasking;
- membuat daftar tontonan; atau
- melakukan refleksi singkat setelah film selesai.
Setelah kebiasaan tersebut terasa alami, elemen lain dapat ditambahkan.
Tujuannya bukan menonton lebih sedikit, tetapi menikmati tontonan yang dipilih dengan lebih penuh.
Mengubah Menonton Menjadi Pengalaman yang Lebih Sadar
Di tengah banyaknya pilihan hiburan digital, perhatian menjadi sesuatu yang semakin berharga.
Kita memiliki akses terhadap ribuan film dan serial, tetapi tidak harus menonton semuanya.
Kita juga tidak harus menyelesaikan setiap serial yang sudah dimulai.
Yang lebih penting adalah memahami bahwa waktu menonton merupakan bagian dari waktu kita sendiri.
Dengan menciptakan ritual sederhana, aktivitas menonton dapat memiliki batas dan tujuan yang lebih jelas.
Memilih tontonan dengan sengaja, menciptakan ruang nyaman, mengurangi gangguan, menentukan durasi, dan memberikan waktu untuk refleksi merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan siapa saja.
Menikmati Momen, Bukan Mengejar Konten
Pada akhirnya, pengalaman menonton bukan hanya tentang jumlah film yang berhasil diselesaikan.
Menonton satu film dengan penuh perhatian dapat memberikan pengalaman yang lebih memuaskan dibandingkan menonton beberapa episode sambil terus menggulir media sosial.
Ritual menonton membantu kita memperlakukan hiburan sebagai momen yang sengaja dipilih, bukan sekadar sesuatu yang dilakukan karena tidak ada kegiatan lain.
Dengan sedikit persiapan dan kesadaran, ruang keluarga, kamar tidur, atau sudut kecil di rumah dapat menjadi tempat untuk menikmati cerita dengan cara yang lebih bermakna.
Menonton tidak harus menjadi aktivitas yang sempurna. Yang penting adalah memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk benar-benar hadir di dalam momen tersebut.
Pada akhirnya, ritual menonton bukan tentang menciptakan aturan yang kaku. Ritual adalah cara sederhana untuk memberikan makna pada aktivitas yang sering dilakukan secara otomatis.
Di tengah dunia digital yang penuh dengan notifikasi, rekomendasi, dan konten tanpa akhir, kemampuan untuk berhenti sejenak dan menikmati satu cerita dengan penuh perhatian dapat menjadi kebiasaan yang berharga.
Jadi, pilih satu tontonan, siapkan ruang yang nyaman, jauhkan gangguan, dan nikmati ceritanya.
Sumber dan referensi
Ditinjau oleh: Manager
Disclosure: Artikel ini dibuat dengan bantuan sistem otomatis dan telah disiapkan untuk peninjauan editorial sebelum diterbitkan.
Ingin diberi tahu saat ada artikel baru?
Tinggalkan nomor WhatsApp aktif. Kami kirim sesekali saja, hanya untuk artikel pilihan.
Nomor digunakan untuk menindaklanjuti permintaan ini. Lihat Kebijakan Privasi.